Uang
Matematika uang berarti menghitung koin dan uang kertas, menjumlahkan harga, dan menghitung kembalian. Banyak mata uang dibagi 100 satuan kecil, seperti 1 dolar = 100 sen.
Matematika · Usia 7–8 · 50 menit
Murid menjumlahkan harga barang dan menghitung uang kembalian dengan cara menghitung maju dari jumlah belanja sampai jumlah uang yang dibayarkan.
Dibuat baru setiap kali tombol ditekan dan langsung dinilai di layar.
Di kelas ini harga ditulis dalam ribuan rupiah, karena itulah uang yang benar-benar dilihat anak-anak di warung. Angka yang dihitung tetap kecil: "13 ribu" dihitung seperti 13.
Angkat tiga koin atau uang kertas yang nilainya berbeda. "Mana yang nilainya paling besar? Apakah uang yang ukurannya paling besar selalu nilainya paling besar?" (Tidak selalu; ukuran dan nilai itu dua hal yang berbeda.) Lalu bentuk Rp20.000 dengan dua cara yang berbeda, dan minta murid mencari cara ketiga.
Siapkan warung-warungan dengan label harga: pensil Rp4.000, bola Rp9.000, buku Rp13.000.
"Saya membeli bola dan pensil. Berapa jumlahnya? 9 ribu tambah 4 ribu sama dengan 13 ribu. Saya membayar dengan uang 20 ribu. Berapa kembaliannya?"
"Saya menghitung maju dari uang yang saya belanjakan sampai uang yang saya bayarkan, seperti penjual di warung. Mulai dari 13." Gambar lompatan di garis bilangan: 13 ke 15 (2), 15 ke 20 (5). "2 tambah 5 sama dengan 7. Kembalian saya 7 ribu."
Langkah demi langkah
Kerjakan satu contoh lagi: buku dan bola (13 + 9 = 22 ribu), dibayar dengan 30 ribu. Hitung maju: 22 ke 25, lalu 25 ke 30. Kembaliannya 8 ribu. Cek: 22 + 8 = 30.
"Kenapa menghitung maju, bukan mengurangi? Karena begitulah cara penjual di toko melakukannya, dan menghitung maju dengan lompatan yang mudah itu lebih gampang daripada mengurangi 30 dengan 22 di kepala."