Gigi
Gigi menggigit, merobek, dan menggiling makanan agar bisa ditelan dan dicerna. Anak punya 20 gigi susu, yang digantikan oleh hingga 32 gigi dewasa.
IPA · Usia 7–8 · 50 menit
Anak-anak menguji bahan mana yang magnetis, menemukan bahwa magnet saling menarik atau menolak tergantung kutub mana yang berhadapan, dan mencatat hasilnya dalam tabel.
Dibuat baru setiap kali tombol ditekan dan langsung dinilai di layar.
Anak-anak senang sekali dengan magnet, dan kebanyakan datang dengan keyakinan bahwa magnet menempel pada "semua logam". Pelajaran ini menguji gagasan itu, sehingga kejutannyalah yang mengajar, lalu berlanjut ke dua kutub magnet dan mengapa ada magnet yang saling mendorong.
Angkat sebuah magnet dan sebuah penjepit kertas. Tanyakan: "Menurut kalian, mengapa magnet bisa mengangkat penjepit kertas?" Lalu minta setiap pasangan menulis di papan tulis kecil satu benda yang menurut mereka akan terangkat oleh magnet dan satu yang tidak. Enam menit.
Jelaskan: "Magnet menghasilkan gaya dorong atau gaya tarik yang tidak terlihat. Kalau magnet menarik sesuatu ke arahnya, kita bilang magnet itu menarik benda tersebut. Benda yang tertarik magnet disebut magnetis."
Tunjukkan nampan benda uji dan peragakan cara memperkirakan dan menguji secara adil: "Menurut Ibu sendok ini akan tertarik karena terbuat dari logam. Sekarang Ibu uji. Ibu dekatkan magnetnya tanpa mendorong. Tertarik atau tidak?" Catat dalam tabel di papan: benda, perkiraan, hasil.
Lalu perkenalkan kutub: "Setiap magnet punya dua ujung yang disebut kutub: kutub utara dan kutub selatan. Lihat apa yang terjadi kalau Ibu dekatkan dua magnet." Balik salah satunya. "Kalau kutub yang berbeda saling berhadapan, keduanya tarik-menarik. Kalau kutub yang sama saling berhadapan, keduanya saling mendorong menjauh. Kita bilang keduanya tolak-menolak."