Digraf (digraph)
Digraf adalah dua huruf yang menghasilkan satu bunyi, seperti sh pada ship, ch pada chip, ck pada duck, atau ai pada rain.
Belajar membaca · Usia 4–6 · 30 menit
Anak-anak mengenali ng, ny dan sy sebagai dua huruf yang melambangkan satu bunyi, membaca dan menulis kata yang mengandungnya, serta membaca satu kalimat pendek yang bisa dieja. Bahasa Indonesia tidak memakai gabungan huruf sh, ch dan th dari bahasa Inggris; pelajaran ini mengajarkan gagasan yang sama dengan gabungan huruf konsonan milik bahasa Indonesia.
Dibuat baru setiap kali tombol ditekan dan langsung dinilai di layar.
Sebelum pelajaran ini, anak-anak sebaiknya sudah lancar membaca suku kata terbuka dan kata pendek (sapi, buku, meja). Cocok untuk TK B atau SD kelas 1. Rencana ini memperkenalkan tiga gabungan huruf sekaligus sebagai pengulangan. Banyak kelas mengajarkan satu per hari, jadi bagi bagian Penjelasan menjadi tiga hari kalau itu sesuai dengan urutan metode membaca di sekolah Anda. Gabungan huruf keempat, kh (khusus, akhir), bisa menyusul kemudian.
Tunjukkan cepat semua bunyi huruf tunggal yang sudah diajarkan, lalu baca enam kata pendek dengan cepat: topi, sapu, mata, kaki, roti, buku. Akhiri dengan pertanyaan yang membuka gagasan hari ini.
"Ini huruf n dan huruf g. Lihat apa yang terjadi kalau keduanya berdiri berdampingan..."
Tunjukkan kartu ng.
"Dua huruf ini bersahabat. Kalau berdiri bersama, mereka tidak berbunyi /n/ lalu /g/. Mereka membuat satu bunyi baru: /ng/. Dua huruf, satu bunyi. Itu namanya gabungan huruf."
Anak-anak mengucapkan /ng/ dengan mulut sedikit terbuka dan merasakan bunyinya keluar lewat hidung, seperti bunyi lonceng: "nggg". Tulis bunga. Gambar satu garis di bawah ng dan satu titik di bawah b, u dan a.
"Garis ini memberi tahu Ibu bahwa dua huruf membuat satu bunyi. Jadi bunga punya empat bunyi: /b/ /u/ /ng/ /a/. Bunga."
Ulangi dengan ny (nyanyi: "seperti n, tapi lidah menempel di langit-langit mulut: /ny/") dan sy (syal: "seperti s yang lembut, bibir agak maju: /sy/").