Digraf (digraph)
Digraf adalah dua huruf yang menghasilkan satu bunyi, seperti sh pada ship, ch pada chip, ck pada duck, atau ai pada rain.
Belajar membaca · Usia 4–5 · 30 menit
Anak-anak mengucapkan bunyi murni /s/ /a/ /t/ /p/ /i/ /n/, mencocokkan setiap bunyi dengan hurufnya, dan memadukannya untuk membaca kata-kata pertama bahasa Indonesia seperti tas, sapi dan pita.
Dibuat baru setiap kali tombol ditekan dan langsung dinilai di layar.
Rencana ini mencakup kelompok pertama berisi enam bunyi, untuk PAUD atau TK. Keenam huruf ini sangat cocok untuk bahasa Indonesia: hanya dengan s, a, t, p, i dan n, anak-anak sudah bisa membaca kata sungguhan seperti tas, sapi, pita, nasi dan pantai. Banyak kelas mengenalkan satu atau dua bunyi baru per hari, jadi jalankan bagian Penjelasan sekali untuk setiap bunyi baru selama seminggu, lalu pakai seluruh rencana sebagai pengulangan di akhir. Kalau sekolah Anda memakai urutan huruf atau metode suku kata yang berbeda, ikuti urutan sekolah.
Duduk melingkar dengan "kantong bunyi" berisi benda sungguhan: sendok, sabun, sisir, topi, pensil, dan seekor semut mainan. Keluarkan satu benda pelan-pelan.
"Dengarkan mulut Ibu: /sss/... sendok. Sendok dimulai dengan /s/. Giliran kalian."
Anak-anak menirukan bunyinya, lalu katanya. Tanyakan: "Apakah sabun juga dimulai dengan /s/? Kalau topi?" Jempol ke atas atau ke bawah. Lakukan secara lisan saja. Anak-anak belum perlu huruf, cukup bunyi di awal kata.
Tunjukkan satu kartu huruf setiap kali. Pakai rutinitas yang sama untuk setiap bunyi supaya anak-anak tahu apa yang akan terjadi.
Langkah demi langkah
Setelah tiga bunyi dikenal, peragakan cara memadukan pertama. Tulis tas di papan dan gambar titik (tombol bunyi) di bawah setiap huruf.
"Mengeja bunyi: tekan setiap tombol dan ucapkan bunyinya. /t/ /a/ /s/. Sekarang satukan: tas. Ibu bisa membaca kata!"
Ulangi dengan sapi dan pita setelah hurufnya diajarkan. Untuk kata dua suku kata, padukan per suku kata dulu: /s/ /a/... sa, /p/ /i/... pi, sa-pi.