Crayonbird
Menu

Belajar membaca · Usia 4–5 · 30 menit

Bunyi huruf pertama - s, a, t, p, i, n

Anak-anak mengucapkan bunyi murni /s/ /a/ /t/ /p/ /i/ /n/, mencocokkan setiap bunyi dengan hurufnya, dan memadukannya untuk membaca kata-kata pertama bahasa Indonesia seperti tas, sapi dan pita.

Kriteria keberhasilan

  • Saya bisa mengucapkan bunyi setiap huruf
  • Saya bisa menunjuk huruf ketika mendengar bunyinya
  • Saya bisa memadukan bunyi untuk membaca kata pendek

Kosakata kunci

  • bunyi
  • huruf
  • memadukan
  • kata
  • mengeja bunyi

Yang diperlukan

  • kartu huruf besar s a t p i n
  • kantong berisi benda kecil atau gambar
  • huruf magnet
  • papan tulis kecil dan spidol
  • Reception· Inggris

Lembar latihan

Dibuat baru setiap kali tombol ditekan dan langsung dinilai di layar.

Sekilas pelajaran

Total 30 menit. Waktu hanya panduan: sesuaikan dengan kelas Anda.

  1. Langkah 1: Pembukaan

    Duduk melingkar dengan "kantong bunyi" berisi benda sungguhan: sendok, sabun, sisir, topi, pensil, dan seekor semut mainan.
    Mengulang materi, 5 menit
  2. Langkah 2: Penjelasan

    Tunjukkan satu kartu huruf setiap kali.
    12 menit
  3. Langkah 3: Latihan terbimbing

    Beri setiap pasangan huruf magnet s, a, t, p, i, n.
    8 menit. Berlatih
  4. Langkah 4: Latihan mandiri

    Gunakan tombol latihan di halaman ini.
    Menerapkan
  5. Langkah 5: Penutup

    Mainkan "Bunyi apa yang bersembunyi?" Letakkan keenam kartu tertelungkup dan balik satu kartu pelan-pelan.
    3 menit
  6. Langkah 6: Asesmen formatif

    Dengarkan setiap anak mengucapkan keenam bunyi dari tumpukan kartu yang diacak.
  7. Langkah 7: Diferensiasi

    Dukungan: ajarkan s, a, t dulu dan tunda sisanya.
  8. Langkah 8: Miskonsepsi umum

    Menambahkan "e": "se" atau "pe".
  9. Langkah 9: Kegiatan di rumah

    Main tebak-tebakan dengan bunyi, bukan nama huruf: "Aku melihat sesuatu yang dimulai dengan /s/."

Rencana ini mencakup kelompok pertama berisi enam bunyi, untuk PAUD atau TK. Keenam huruf ini sangat cocok untuk bahasa Indonesia: hanya dengan s, a, t, p, i dan n, anak-anak sudah bisa membaca kata sungguhan seperti tas, sapi, pita, nasi dan pantai. Banyak kelas mengenalkan satu atau dua bunyi baru per hari, jadi jalankan bagian Penjelasan sekali untuk setiap bunyi baru selama seminggu, lalu pakai seluruh rencana sebagai pengulangan di akhir. Kalau sekolah Anda memakai urutan huruf atau metode suku kata yang berbeda, ikuti urutan sekolah.

1.Pembukaan

Mengulang materi, 5 menit

Duduk melingkar dengan "kantong bunyi" berisi benda sungguhan: sendok, sabun, sisir, topi, pensil, dan seekor semut mainan. Keluarkan satu benda pelan-pelan.

"Dengarkan mulut Ibu: /sss/... sendok. Sendok dimulai dengan /s/. Giliran kalian."

Anak-anak menirukan bunyinya, lalu katanya. Tanyakan: "Apakah sabun juga dimulai dengan /s/? Kalau topi?" Jempol ke atas atau ke bawah. Lakukan secara lisan saja. Anak-anak belum perlu huruf, cukup bunyi di awal kata.

  • matahari
  • semut
  • tenda
  • babi
  • iglo
  • jaring
Sebutkan nama setiap gambar, lalu ucapkan bunyi pertamanya saja.

2.Penjelasan

12 menit

Tunjukkan satu kartu huruf setiap kali. Pakai rutinitas yang sama untuk setiap bunyi supaya anak-anak tahu apa yang akan terjadi.

Langkah demi langkah

  1. LihatAngkat kartunya. "Huruf ini berbunyi /t/."
  2. UcapkanAnak-anak mengucapkannya tiga kali: keras, berbisik, suara robot. Dengarkan bunyi yang bersih, tanpa "e" di belakangnya.
  3. Rasakan"Kalau Ibu bilang /t/, lidah Ibu mengetuk di belakang gigi atas. Pendek dan cepat." Untuk /s/: "Tersenyum lalu biarkan udaranya mendesis keluar, seperti ular."
  4. TulisPeragakan bentuk hurufnya di udara dengan gerakan lengan yang besar, sambil mengucapkan cara menulisnya: "Lengkung ke atas, putar, lalu kembali" untuk s.
  5. TemukanTunjukkan tiga gambar. "Mana yang dimulai dengan /t/? Topi!"

Setelah tiga bunyi dikenal, peragakan cara memadukan pertama. Tulis tas di papan dan gambar titik (tombol bunyi) di bawah setiap huruf.

"Mengeja bunyi: tekan setiap tombol dan ucapkan bunyinya. /t/ /a/ /s/. Sekarang satukan: tas. Ibu bisa membaca kata!"

Ulangi dengan sapi dan pita setelah hurufnya diajarkan. Untuk kata dua suku kata, padukan per suku kata dulu: /s/ /a/... sa, /p/ /i/... pi, sa-pi.

Sisa rencana

Latihan terbimbing dan mandiri, penutup, asesmen formatif, diferensiasi, miskonsepsi umum, dan kegiatan di rumah gratis dengan akun Crayonbird.

  1. Latihan terbimbing8 menit. Berlatih
  2. Latihan mandiriMenerapkan
  3. Penutup3 menit
  4. Asesmen formatif
  5. Diferensiasi
  6. Miskonsepsi umum
  7. Kegiatan di rumah

Ensiklopedia Belajar

Digraf (digraph)

Digraf adalah dua huruf yang menghasilkan satu bunyi, seperti sh pada ship, ch pada chip, ck pada duck, atau ai pada rain.

Fonik (phonics)

Phonics mengajari anak membaca dan mengeja bahasa Inggris dengan menghubungkan bunyi (phoneme) dengan huruf yang menuliskannya (grapheme), lalu menggabung dan memecah bunyi itu.

Menggabungkan bunyi (blending)

Blending berarti mengucapkan bunyi-bunyi dalam kata tertulis satu per satu lalu menggabungkannya untuk mendengar kata utuh, seperti /c/ /a/ /t/ menjadi cat.

  • Belajar membaca · Usia 4–5 · 25 mnt

    Mendengar dan membuat kata yang berima

    Anak mendengar ketika dua kata berima (bunyi akhirnya sama), menemukan kata yang tidak berima dalam satu kelompok, dan mengusulkan kata berima buatannya sendiri, baik kata sungguhan maupun kata lucu.

  • Belajar membaca · Usia 4–6 · 30 mnt

    Memadukan bunyi untuk membaca kata pendek

    Anak-anak membaca suku kata dan kata pendek bahasa Indonesia (tas, bola, topi, sapu) dengan mengucapkan setiap bunyi secara berurutan lalu memadukannya, kemudian membaca satu kalimat pendek yang bisa dieja. Kata konsonan-vokal-konsonan (CVC) bahasa Inggris diganti dengan suku kata terbuka dan kata pendek yang lazim dalam bahasa Indonesia.

  • Belajar membaca · Usia 4–6 · 30 mnt

    Gabungan huruf ng, ny dan sy - dua huruf, satu bunyi

    Anak-anak mengenali ng, ny dan sy sebagai dua huruf yang melambangkan satu bunyi, membaca dan menulis kata yang mengandungnya, serta membaca satu kalimat pendek yang bisa dieja. Bahasa Indonesia tidak memakai gabungan huruf sh, ch dan th dari bahasa Inggris; pelajaran ini mengajarkan gagasan yang sama dengan gabungan huruf konsonan milik bahasa Indonesia.