Crayonbird
Menu
Membaca dan menulisOrang tua dan guruUsia 5–10

Tips untuk Anak yang Malas Menulis: Pegangan Pensil, Postur dan Huruf

Bantuan praktis untuk anak yang tidak suka menulis tangan, mulai dari postur, cara memegang pensil, kelompok huruf, latihan lima menit, dan kapan ke terapis.

Tim Redaksi Crayonbird8 menit baca
Di halaman ini

"Aku nggak mau nulis" bisa berarti selusin hal yang berbeda. Bagi sebagian anak, artinya tangannya sakit. Bagi yang lain, hurufnya selalu jadi salah dan mereka malu, atau mereka punya ide hebat tetapi pensilnya tidak bisa mengejar. Panduan ini membantu Anda mengenali yang mana yang sedang Anda hadapi, lalu membenahi dasar-dasarnya: postur, cara memegang pensil, cara membentuk huruf, dan latihan singkat yang tidak berakhir dengan tangisan.

Pertama, kenali jenis keengganannya

Amati anak menulis satu kalimat yang penting baginya, misalnya pesan untuk kakek atau nenek, tanpa mengoreksi apa pun. Perhatikan tubuhnya, tangannya dan wajahnya. Lalu gunakan tabel ini sebagai panduan kasar.

Yang terlihat Kemungkinan penyebab Yang dicoba lebih dulu
Mengibas-ngibaskan tangan, mengeluh sakit Menggenggam terlalu kuat atau pegangan yang janggal Pensil pendek, pemanasan, permainan menekan pelan
Membungkuk, kepala di atas lengan, gelisah Tempat duduk dan postur Periksa tinggi kursi dan meja
Huruf dimulai dari titik yang aneh, banyak yang terbalik Cara membentuk huruf belum pernah benar-benar mantap Latih huruf per kelompok (lihat di bawah)
Menulis tiga kata, lalu berhenti Idenya ada, tetapi menulisnya terlalu lambat Pisahkan berpikir dari menulis: anak bercerita, Anda yang menuliskan
Menangis atau menolak sebelum mulai Pengalaman gagal, takut salah Tugas yang sangat pendek, menulis dengan tujuan nyata

Kebanyakan anak yang enggan menulis mengalami dua atau tiga hal ini sekaligus. Mulailah dari tubuh, karena tidak ada yang berhasil sebelum duduk dan memegang pensil terasa nyaman.

Postur: bagian membosankan yang mengubah segalanya

Anak sering diberi kursi orang dewasa di meja orang dewasa. Kakinya menggantung, mejanya setinggi dada, dan ia menulis dengan bahu terangkat. Periksa empat hal:

  • Telapak kaki menapak di lantai, atau di atas kotak atau tumpukan buku.
  • Meja kira-kira setinggi siku saat anak duduk dengan lengan rileks. Bantal di kursi bisa mengatasi meja yang terlalu tinggi.
  • Tangan yang lain memegangi kertas. Kedengarannya sepele, tetapi kertas yang bergeser adalah salah satu penyebab paling umum tulisan berantakan. "Tangan penolong pegang kertasnya" adalah kalimat yang layak diulang-ulang.
  • Kertas dimiringkan. Anak yang menulis dengan tangan kanan biasanya lebih nyaman kalau bagian atas kertas diputar sedikit ke kiri; anak kidal diputar ke kanan dan diletakkan sedikit di sebelah kiri tubuhnya.

Cara memegang pensil: mana yang penting dan mana yang tidak

Pegangan ideal menurut buku adalah tripod dinamis: pensil dijepit antara ibu jari dan telunjuk, bertumpu pada jari tengah, dengan gerakan berasal dari jari-jari, bukan dari seluruh lengan. Banyak anak memakai empat jari pada pensil, atau posisi ibu jari yang sedikit berbeda, dan tetap menulis dengan lancar dan nyaman. Itu tidak masalah.

Yang perlu ditangani:

  • Pegangan kepalan pada anak usia 6 tahun atau lebih.
  • Ibu jari melingkari jari-jari lain, sehingga jari tidak bisa bergerak.
  • Buku jari memutih atau menekan begitu keras sampai kertas sobek atau ujung pensil patah.
  • Tulisan yang digerakkan dari bahu atau siku, bukan dari jari dan pergelangan tangan.

Beberapa solusi yang lebih ampuh daripada mengomel:

  1. Pakai pensil pendek. Pensil kira-kira sepanjang jari anak, atau krayon yang patah, secara fisik tidak bisa digenggam dengan kepalan. Pensil pendek seperti pensil golf sangat ideal.
  2. Coba "jepit dan balik". Letakkan pensil di meja dengan ujungnya mengarah ke perut anak. Anak menjepitnya di dekat ujung yang runcing dengan ibu jari dan telunjuk, lalu membaliknya ke atas tangan sampai berada di posisi menulis.
  3. Menulis di permukaan tegak. Papan tulis kecil di penyangga atau kertas yang ditempel di dinding secara alami membuat pergelangan tangan berada di posisi yang baik.
  4. Main "pensil berbisik". Minta anak menulis sepelan mungkin sampai Anda tidak bisa mendengar suara pensilnya. Lalu sedikit lebih keras. Tekanan pun berubah menjadi permainan.
  5. Pensil yang lebih tebal atau berbentuk segitiga membantu sebagian anak merasakan di mana jari-jarinya harus berada.

Kalau pegangannya sudah berfungsi dan anak sudah berusia 8 atau 9 tahun, pikirkan baik-baik sebelum mengubahnya. Melatih ulang pegangan yang sudah mapan itu lambat dan membuat frustrasi, dan mungkin sama sekali tidak diperlukan.

  • pensil
  • krayon
  • penghapus
  • buku tulis
Pensil pendek, krayon gemuk, penghapus yang bagus dan buku tulis pilihan sendiri: itu saja perlengkapannya.

Membentuk huruf: ajarkan per kelompok, bukan urutan abjad

Mengajarkan a sampai z berurutan berarti anak bertemu a, lalu gerakan yang sama sekali berbeda untuk b, lalu kembali ke lengkungan untuk c. Mengelompokkan huruf menurut cara membentuknya membuat satu gerakan bisa dipakai untuk beberapa huruf sekaligus. Banyak sekolah memakai versi dari empat kelompok ini, meskipun namanya berbeda-beda:

Huruf tarik-turun: l, i, t, u, j, y Mulai dari atas, tarik lurus ke bawah. "Mulai dari atas, turun sampai garis, lalu kait."

Huruf lengkung: c, a, d, g, o, q, e, s, f Semuanya diawali bentuk c, mulai kira-kira di posisi "jam dua" lalu melengkung balik berlawanan arah jarum jam. "Lewat atas lalu memutar seperti c." Begitu c sudah mantap, a, d, g dan o hanyalah c ditambah sedikit lagi.

Huruf turun-pantul: r, n, m, h, b, k, p Turun di garis, naik lagi di jalur yang sama, lalu melengkung ke depan. "Turun, naik, lalu melewati bukit."

Huruf zigzag: v, w, x, z Garis-garis miring yang lurus. Biasanya kelompok yang paling mudah.

Pengelompokan ini juga mengatasi kebingungan klasik b/d. b termasuk kelompok turun-pantul: garis tinggi turun lebih dulu, lalu memantul naik dan memutar. d adalah huruf lengkung: buat c dulu, lalu naik tinggi dan turun lurus. Kedua huruf itu dimulai dengan gerakan yang sama sekali berbeda, sehingga tangan mempelajarinya secara terpisah, bukan sebagai bayangan cermin.

Yang paling perlu diperhatikan adalah titik awal. Huruf yang tampak baik tetapi digambar dari bawah ke atas akan menimbulkan masalah nanti ketika anak mulai belajar huruf sambung. Beri titik kecil di tempat setiap huruf dimulai pada lembar latihan, atau tanyakan "Mulainya dari mana?" sebelum setiap huruf.

Sesi latihan lima menit

Menyalin berhalaman-halaman kebanyakan hanya mengajari anak terburu-buru dan membenci menulis tangan. Latihan singkat yang cermat lebih efektif. Coba ini tiga atau empat kali seminggu:

Langkah demi langkah

  1. Pemanasan (1 menit)Senam jari: push-up laba-laba (ujung-ujung jari kedua tangan saling ditekan), menjimpit plastisin, atau menyobek kertas menjadi potongan-potongan kecil.
  2. Satu kelompok huruf (2 menit)Tiga huruf dari satu kelompok, masing-masing tiga kali dengan rapi. Ucapkan gerakannya dengan suara keras sambil menulis.
  3. Lingkari yang terbaikAnak melingkari huruf terbaiknya di setiap baris. Anda hanya mengomentari yang itu: "Lihat, a-mu tertutup rapi di atas."
  4. Satu kata nyata (1 menit)Tulis kata yang penting baginya: nama teman, nama hewan peliharaan, menu makan malam hari ini.
  5. BerhentiSebelum anak minta berhenti. Taruh lembarnya di tempat yang bisa ia lihat.

Lembar menebalkan huruf kami cocok untuk langkah tengah, karena setiap huruf punya titik awal dan tanda panah yang jelas. Untuk anak yang lebih besar yang sudah membentuk huruf dengan benar tetapi lambat, koleksi latihan menulis tangan berisi halaman kalimat pendek dan huruf sambung.

Lembar latihan membentuk huruf siap cetak

Lihat lebih banyak di perpustakaan

Motivasi: beri tulisan alasan untuk ada

Anak yang enggan menulis jarang bisa dirayu hanya dengan lembar kerja. Mereka butuh tulisan yang punya fungsi.

  • Daftar. Daftar belanja, daftar barang bawaan untuk liburan, daftar sepuluh dinosaurus terbaik.
  • Label. Beri label rak di kamarnya, atau toples di dapur: gula, garam, kopi.
  • Catatan dan pesan. Kartu ulang tahun, catatan kecil di kotak bekal orang tua, tanda "Jangan diganggu" untuk pintu kamar.
  • Komik. Empat kotak, masing-masing satu balon kata. Jauh lebih ringan daripada satu halaman bergaris.
  • Mencatat skor. Setiap permainan papan butuh pencatat skor.

Pisahkan ide dari tulisan tangan. Kalau anak penuh dengan cerita tetapi menulisnya lambat, biarkan ia bercerita sementara Anda menuliskannya kata demi kata. Lalu ia cukup menyalin satu kalimat, kalimat favoritnya, dengan tulisan terbaiknya. Ia bisa menjadi pengarang sekaligus penulis tanpa yang satu memperlambat yang lain.

Puji hal yang spesifik. "Tulisannya bagus" tidak berarti apa-apa. "Huruf-huruf tinggimu hari ini benar-benar tinggi" memberi tahu anak persis apa yang berhasil.

Menggambar juga lebih membantu dari dugaan orang tua. Lingkaran, garis dan lengkungan dalam gambar langkah demi langkah yang sederhana adalah gerakan yang sama dengan huruf, tanpa tekanan harus menulis kata dengan benar.

Menggambar langkah demi langkah

5 langkah
Pelajaran menggambar animasi: Matahari dan awan dalam 5 langkah. Setiap langkah menambah garis baru, lalu gambar jadi diwarnai.
Lingkaran dan garis lengkung: menggambar matahari dan awan melatih goresan yang sama dengan c, o dan a.

Panduan kami tentang mengajari anak menggambar berisi lebih banyak pelajaran seperti ini. Untuk anak yang lebih memilih melakukan apa saja asal tidak menulis, Jurnal Menulis untuk Anak memakai pemantik tulisan singkat dengan banyak ruang untuk gambar.

Kapan perlu meminta saran terapis okupasi

Kebanyakan masalah menulis tangan membaik dengan postur yang lebih baik, pegangan yang berfungsi, serta latihan singkat dan teratur. Ada baiknya berbicara dengan guru anak, dan melalui guru atau dokter menanyakan pemeriksaan terapi okupasi, kalau:

  • menulis terasa sakit, atau anak sudah lelah setelah beberapa baris;
  • tulisannya jauh lebih lambat atau lebih sulit dibaca daripada teman sekelas setelah satu atau dua semester berlatih;
  • anak juga merasa menggunting, mengancingkan baju, memakai sendok garpu atau bermain bola jauh lebih sulit daripada teman seusianya;
  • anak menghindari sekolah atau sangat tertekan karena urusan menulis.

Kesulitan menulis tangan yang disertai masalah koordinasi yang lebih luas kadang bisa menjadi tanda gangguan koordinasi perkembangan (developmental coordination disorder, juga disebut dispraksia). Ringkasan gejala dari NHS (dalam bahasa Inggris) adalah titik awal yang tenang dan jelas. Terapis okupasi bisa menilai kekuatan, koordinasi dan cara memegang sekaligus, dan banyak sekolah bisa menyarankan strategi sambil menunggu.

Kalau anak Anda masih lebih kecil dan sama sekali belum menulis huruf, mulailah selangkah lebih awal dengan panduan kami tentang keterampilan pramenulis dan kegiatan motorik halus.

Minggu ini, ubah satu hal saja: beri anak pensil pendek dan pijakan kaki, lalu lihat apakah tulisannya tampak berbeda pada hari Jumat.

Pertanyaan umum

Apakah cara anak memegang pensil perlu dikoreksi?

Hanya kalau menimbulkan nyeri, cepat lelah atau membuat tulisannya sangat lambat. Banyak cara memegang selain tripod klasik yang berfungsi dengan baik, dan mengubah pegangan yang sudah mapan pada anak yang lebih besar itu sulit dan sering tidak perlu.

Berapa lama anak 6 tahun sebaiknya berlatih menulis tangan di rumah?

Lima menit, beberapa kali seminggu, sudah cukup. Latihan singkat yang cermat lebih baik daripada menyalin berhalaman-halaman, yang kebanyakan hanya mengajari anak terburu-buru.

Kenapa anak saya masih tertukar menulis b dan d di usia 7 tahun?

Huruf terbalik umum terjadi sampai sekitar usia 7 atau 8 tahun dan biasanya berkurang dengan latihan. Mengajarkan kedua huruf itu dengan gerakan awal yang berbeda, bukan sebagai bayangan cermin, sangat membantu.

Kapan sebaiknya meminta pemeriksaan terapi okupasi?

Kalau menulis terasa sakit, jauh lebih lambat atau lebih berantakan daripada teman sekelas meskipun sudah berlatih, atau disertai kesulitan lain seperti berpakaian, menggunting atau bermain bola, bicarakan dengan sekolah atau dokter tentang rujukan.

Lembar kerja di artikel ini

Menggambar langkah demi langkah

Matahari dan awan

Bagikan artikel ini

Tim Redaksi Crayonbird

Penulis, ilustrator, dan pendidik

Kami tim kecil yang menulis, menggambar, dan menguji kegiatan Crayonbird. Kami mencoba setiap ide dengan lembar kerja kami sendiri, memberi saran praktis dan jujur — termasuk soal yang tidak berhasil — dan merujuk sumber resmi bila penting. Tidak ada konten bersponsor di blog ini.