Sight Words vs Fonik: Cara Anak Belajar Kata Sulit Bahasa Inggris
Apa itu sight words, kata berfrekuensi tinggi, dan kata sulit, bagaimana kaitannya dengan fonik sistematis, perbedaan antarnegara, dan ide latihan yang manjur.

Di halaman ini
Setiap beberapa minggu, sebuah daftar baru dibawa pulang di tas anak: the, said, was, you, they, my. Sebagian orang tua diberi tahu bahwa ini "sight words" yang harus dihafal. Yang lain mendengar bahwa ini "tricky words" yang diajarkan lewat fonik. Kalau Anda pernah bertanya-tanya pendekatan mana yang benar, dan apakah dril dengan kartu membantu atau malah merugikan, Anda tidak sendirian. Artikel ini menjelaskan apa sebenarnya kata-kata ini, bagaimana kaitannya dengan fonik, bagaimana praktiknya di berbagai negara, dan cara membantu di rumah tanpa merusak hasil kerja baik di sekolah.
Catatan untuk pembaca di Indonesia: artikel ini tentang belajar membaca bahasa Inggris, misalnya bagi anak di sekolah bilingual atau internasional, atau yang belajar membaca bahasa Inggris di rumah dan tempat les. Karena itu contoh-contohnya sengaja dibiarkan dalam bahasa Inggris. Untuk membaca bahasa Indonesia, persoalan "kata sulit" hampir tidak ada; alasannya dijelaskan di bawah.
Tiga label untuk daftar yang saling tumpang tindih
Sebagian kebingungan muncul karena kata yang sama diberi nama berbeda, dan nama yang sama punya arti berbeda.
Kata berfrekuensi tinggi (high-frequency words) hanyalah kata yang paling sering muncul di buku: the, and, a, to, said, in, he, I, of, it, was, you. Sejumlah kecil kata ini membentuk bagian besar dari semua yang dibaca anak. Itulah sebabnya guru peduli pada kata-kata ini.
Kata sulit (tricky words, yang dalam kurikulum nasional Inggris disebut common exception words) adalah kata umum yang tidak mengikuti fonik yang sudah dipelajari anak sejauh ini. The, said, was, you, one, come dan some adalah contoh klasiknya.
Sight words adalah istilah yang paling licin. Sebagian orang memakainya untuk arti "kata yang dihafal utuh" (sering dari daftar panjang yang diterbitkan). Para peneliti membaca sering memakainya dengan arti lain: kata apa pun yang langsung dikenali pembaca tanpa perlu dieja bunyinya. Dalam arti itu, setiap kata yang sedang Anda baca sekarang adalah sight word bagi Anda, dan Anda sampai ke tahap itu sebagian besar dengan mengeja setiap kata beberapa kali sampai melekat.
Arti kedua itulah yang penting. Tujuannya bukan menghafal kata berdasarkan bentuknya. Tujuannya adalah membaca kata begitu sering, dan menghubungkan huruf dengan bunyinya begitu kuat, sampai kata itu terbaca otomatis.
Sebagian besar "sight words" bisa dieja bunyinya
Bagian inilah yang mengejutkan banyak orang tua: banyak kata di daftar berfrekuensi tinggi yang sepenuhnya teratur.
| Bisa dieja sepenuhnya | Sebagian besar bisa dieja, satu bagian sulit | Benar-benar tidak biasa |
|---|---|---|
| and, it, in, can, big, had, him, not, got, up, get, but | said (ai berbunyi /e/), was (a berbunyi /o/), of (f berbunyi /v/), to (o berbunyi /u/), he, she, we, me (huruf e berbunyi /i/ panjang, bukan /e/ yang pertama dipelajari anak), the (huruf e berbunyi /ə/ singkat atau /i/) | one, once, eye |
Kolom pertama sama sekali tidak butuh perlakuan khusus. Anak yang tahu bunyi huruf bisa membaca it, and dan can dengan memadukan bunyi, dan memang sebaiknya begitu. Mengajarkannya sebagai bentuk untuk dihafal menyia-nyiakan fonik yang sudah dimiliki anak.
Kolom tengah adalah tempat sebagian besar kata "sulit" sebenarnya berada. Hanya satu bagiannya yang tidak biasa. Pada said, bunyi /s/ dan /d/ sepenuhnya teratur; hanya ai di tengah yang aneh. Jadi Anda mengajarkan satu bagian aneh itu saja, bukan seluruh kata sebagai gambar.
Kolom terakhir kecil saja. Inilah kata-kata yang memang layak diingat begitu saja, dan jumlahnya lebih sedikit daripada yang tersirat di kebanyakan daftar.
babi
ayam
bus
cangkir
Bagaimana caranya di Inggris
Di Inggris, Departemen Pendidikan (DfE) mengharuskan sekolah mengajarkan membaca lewat fonik sintetis sistematis (systematic synthetic phonics, SSP). Anak diajari bunyi huruf dengan urutan yang terencana dan cara memadukannya menjadi kata sejak awal kelas Reception. Sekolah memilih program dari daftar yang disahkan pemerintah, dan diharapkan mengikutinya dengan cermat. Kerangka membaca dari DfE (berbahasa Inggris) menjelaskan pendekatan ini secara rinci.
Dalam SSP, kata sulit tidak diabaikan. Kata-kata itu diajarkan dengan urutan tertentu, beberapa sekaligus, bersamaan dengan bunyi-bunyinya. Guru biasanya menunjukkan bagian mana yang teratur dan bagian mana yang menjadi "bagian sulitnya", dan anak berlatih membaca serta mengejanya dalam sesi harian yang singkat. Lama-kelamaan, saat anak mempelajari lebih banyak pola ejaan, sebagian kata berhenti menjadi sulit: he dan she menjadi teratur begitu anak tahu bahwa e bisa berbunyi /i/ panjang.
Anak kelas Year 1 di Inggris mengikuti tes singkat fonik, yaitu membaca keras-keras daftar kata sungguhan dan kata karangan "alien". Kata-kata karangan itu ada justru untuk melihat apakah anak bisa mengeja bunyi, bukan mengandalkan kata yang dihafal.
Bagaimana caranya di tempat lain
Pendekatannya berbeda-beda, dan perlu adil soal ini.
Di Amerika Serikat, standar kindergarten Common Core, yang dipakai di banyak negara bagian, mencakup membaca "kata berfrekuensi tinggi yang umum secara langsung" (contoh yang diberikan adalah the, of, to, you, she, my, is, are, do, does) di samping keterampilan fonik dan analisis kata. Banyak kelas memakai daftar kata berfrekuensi tinggi yang diterbitkan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara bagian dan distrik di AS bergeser ke pengajaran yang lebih terstruktur dan mendahulukan fonik, dan gagasan mengajarkan kata berfrekuensi tinggi dengan menghubungkan huruf dan bunyinya, sering disebut "heart words", sudah menyebar luas.
Di Australia, Kanada, Irlandia, dan tempat lain di dunia berbahasa Inggris, praktiknya berbeda menurut wilayah dan sekolah, dengan pergeseran umum ke arah fonik yang eksplisit dan sistematis.
Dalam bahasa yang ejaannya sangat teratur, seperti bahasa Spanyol, Italia, Finlandia, atau bahasa Indonesia, persoalan "kata sulit" hampir tidak ada. Begitu anak tahu bunyi huruf dan cara memadukannya menjadi suku kata, ia bisa membaca hampir apa saja: b-u jadi bu, k-u jadi ku, buku. Itulah sebabnya anak di negara-negara itu sering cepat lancar mengeja. Bahasa Inggris, dengan sejarah ejaannya yang tidak teratur, memang butuh waktu lebih lama.
Di rumah yang multibahasa (sangat umum di Indonesia, Nigeria, India, dan sebagian besar dunia Arab), anak mungkin sedang belajar membaca dalam lebih dari satu bahasa atau aksara sekaligus. Menjaga pendekatan untuk tiap bahasa tetap jelas dan terpisah sangat membantu. Misalnya, saat membaca bahasa Indonesia, huruf u selalu berbunyi /u/; saat membaca bahasa Inggris, anak perlu tahu bahwa ia bisa berbunyi lain.
Apa pun sistem yang dipakai sekolah anak Anda, ikuti arahannya di rumah. Konsistensi lebih penting daripada daftar mana yang "terbaik".
Mengajarkan satu kata sulit dalam dua menit
Berikut rutinitas sederhana untuk satu kata sulit baru, dengan said (berarti "berkata") sebagai contoh.
Langkah demi langkah
- Ucapkan dan pakai"Kata ini said. 'Mum said it's time for lunch' (Ibu bilang sudah waktunya makan siang). Coba buat kalimat dengan said."
- Eja bunyinyaTunjuk setiap bagian: /s/ ... /e/ ... /d/. "Huruf mana yang membuat setiap bunyi?"
- Temukan bagian sulitnya"Bunyi /s/ dan /d/ sesuai dugaan kita. Bunyi /e/ di sini ditulis ai. Itu bagian sulitnya." Gambar hati kecil di atas ai sebagai tanda bagian yang perlu dihafal.
- Baca dengan tiga caraSendirian, dalam frasa pendek ("he said"), lalu dalam kalimat.
- TulisAnak menulis said tanpa melihat, sambil mengucapkan bunyinya. Periksa bagian sulitnya bersama.
Begitu saja. Ulangi kata itu sebentar selama tiga atau empat hari berikutnya. Begitu kata itu langsung terbaca di beberapa hari yang berbeda, ia boleh keluar dari tumpukan latihan.
Mengapa menghafal daftar panjang berdasarkan bentuk berujung salah
Daftar panjang kata yang dihafal sebagai bentuk utuh bisa tampak berhasil di awal. Anak menghafal 50 kata dan membaca buku-buku awal dengan lancar. Lalu bukunya makin sulit dan strategi itu runtuh, karena tidak ada yang bisa menghafal ribuan kata sebagai gambar.
Tanda-tanda peringatan yang umum:
- Menebak dari huruf pertama. Membaca house sebagai horse atau home, karena bentuknya kira-kira mirip.
- Menebak dari gambar. Mengucapkan pony padahal tertulis horse, karena ada gambar kuda.
- Macet di kata baru tanpa cara untuk memecahkannya.
- Ejaan yang tidak mengikuti bunyi, seperti huruf acak untuk kata yang katanya sudah "tahu".
Kalau Anda melihat tanda-tanda ini, arahkan kembali dengan lembut ke mengeja bunyi. "Yuk kita cek: lihat semua hurufnya. Bunyinya apa saja?" Puji pengejaan yang cermat, walaupun lambat. Kecepatan datang dengan latihan.
Kartu hafalan sendiri bukan masalahnya; masalahnya adalah cara memakainya. Permainan kartu yang singkat dan riang dengan sedikit kata, di mana anak melihat setiap hurufnya, tidak masalah. Panduan kami tentang memakai flashcard dengan benar membahasnya lebih jauh.
Lembar latihan fonik dan menyusun kata
Ide latihan yang manjur
Singkat, sering, dan bervariasi: tiga atau empat menit sehari lebih baik daripada satu sesi panjang seminggu sekali.
- Berburu kata. Pilih satu kata sulit dan cari di buku bergambar berbahasa Inggris. Hitung berapa kali said muncul.
- Tepuk! Tulis lima kata yang sedang dipelajari di kertas tempel di dinding. Sebutkan satu; anak menepuknya dengan tangan atau raket nyamuk yang mati.
- Tulisan pelangi. Tulis kata itu dengan pensil, lalu tebalkan tiga kali dengan warna berbeda, sambil mengucapkan bunyinya setiap kali.
- Kalimat konyol. Karang kalimat dengan dua atau tiga kata sulit: "The dog said he was a cat" (Si anjing bilang dia kucing). Makin konyol makin bagus.
- Tombol bunyi. Di bawah kata, gambar satu titik untuk setiap bunyi satu huruf dan satu garis untuk setiap bunyi dua huruf. Untuk said: titik (s), garis (ai), titik (d). Lalu baca sambil menyentuh setiap tombol.
- Buku sungguhan. Buku decodable dari sekolah dirancang hanya memakai bunyi dan kata sulit yang sudah dipelajari anak. Membacanya dengan bangga, berulang-ulang, adalah latihan yang sangat baik.
Koleksi sight words kami dikelompokkan menjadi set-set kecil dengan urutan yang masuk akal, dan paket Sight Words 1 merangkum set pertama menjadi permainan dan latihan membaca singkat. Kalau anak masih memantapkan bunyi-bunyi dasarnya, mulailah dari panduan kami tentang mengajari bunyi huruf di rumah.
Merangkai semuanya di rumah
Bagi kebanyakan keluarga, keseimbangannya kira-kira begini. Fonik mengerjakan bagian terberat: bunyi huruf, memadukan bunyi, dan memecah kata untuk menulis. Kata sulit hanyalah tambahan kecil, diajarkan beberapa sekaligus dengan bagian sulitnya ditunjukkan, bukan dihafal sebagai bentuk. Dan banyak membaca bersama, dari buku decodable sampai dongeng sebelum tidur, memberi setiap kata pengulangan yang dibutuhkannya untuk menjadi otomatis.
Begitu anak sudah membaca kata dengan percaya diri, langkah berikutnya adalah memahami apa yang ia baca. Artikel kami tentang strategi pemahaman bacaan melanjutkan dari situ.
Tanyakan kepada guru anak Anda tiga kata sulit apa yang sedang dipelajari di kelas minggu ini, tulis di kertas tempel, lalu mainkan "tepuk" selama dua menit sepulang sekolah. Kebiasaan kecil yang riang ini hasilnya terasa bertahun-tahun.
Pertanyaan umum
Apakah sight words dan tricky words itu sama?
Tidak persis. Kata berfrekuensi tinggi hanyalah kata yang paling sering muncul dalam bacaan. Tricky words, yang di Inggris disebut common exception words, adalah kata umum yang ejaannya tidak mengikuti fonik yang sudah dipelajari anak sejauh ini. Sight words bisa berarti salah satunya, tergantung siapa yang memakai istilah itu.
Perlukah anak menghafal daftar sight words?
Bisa membaca kata-kata umum dengan cepat memang berguna, tetapi sebagian besar kata itu bisa dieja bunyinya. Ajari anak mengeja bagian yang teratur dan hanya mengingat bagian yang tidak biasa, bukan menghafal seluruh kata sebagai bentuk.
Berapa banyak kata sulit yang dipelajari sekaligus?
Dua atau tiga sekaligus sudah cukup untuk anak empat dan lima tahun. Tambahkan yang baru kalau kata-kata yang sedang dipelajari sudah langsung terbaca di beberapa hari yang berbeda.
Kenapa sekolah anak saya tidak mengirimkan daftar sight words?
Banyak sekolah, terutama di Inggris, mengajarkan kata-kata umum lewat program fonik mereka dengan urutan tertentu, bersamaan dengan bunyi yang sedang dipelajari anak. Tanyakan kepada guru kata mana yang sedang dipelajari, lalu latih kata-kata itu.
Tim Redaksi Crayonbird
Penulis, ilustrator, dan pendidik
Kami tim kecil yang menulis, menggambar, dan menguji kegiatan Crayonbird. Kami mencoba setiap ide dengan lembar kerja kami sendiri, memberi saran praktis dan jujur — termasuk soal yang tidak berhasil — dan merujuk sumber resmi bila penting. Tidak ada konten bersponsor di blog ini.
Artikel terkait

Membaca dan menulis
Tips untuk Anak yang Malas Menulis: Pegangan Pensil, Postur dan Huruf
Bantuan praktis untuk anak yang tidak suka menulis tangan, mulai dari postur, cara memegang pensil, kelompok huruf, latihan lima menit, dan kapan ke terapis.
Usia 5–108 menit baca

Membaca dan menulis
Keterampilan Pra-Menulis: Bekal Anak Sebelum Belajar Menulis Huruf
Garis, bentuk, gunting, dan cara memegang pensil: keterampilan pra-menulis yang dibutuhkan anak sebelum huruf, sesuai urutan dan kegiatan untuk tiap tahap.
Usia 2–58 menit baca

Membaca dan menulis
Strategi Pemahaman Bacaan untuk Anak 6–11 Tahun: Panduan Orang Tua
Menebak, bertanya, menceritakan ulang, dan menyimpulkan dijelaskan untuk orang tua anak 6–11 tahun, lengkap dengan pola pertanyaan dan cara membantu di rumah.
Usia 6–119 menit baca