Crayonbird
Menu
Remaja dan cara belajarOrang tua dan guruUsia 9–18

Cara Memakai Flashcard dengan Benar: Sistem Leitner dan Kartu Efektif

Cara membuat flashcard yang menguji pemahaman, menjalankan sistem kotak Leitner, mengatur jadwal ulangan, dan memilih kartu kertas atau aplikasi, usia 9–18.

Tim Redaksi Crayonbird8 menit baca
Di halaman ini

Flashcard atau kartu hafalan adalah salah satu alat belajar terbaik, sekaligus salah satu yang paling sering dipakai dengan keliru. Kebanyakan orang membolak-balik setumpuk kartu, melirik jawabannya, berpikir "iya, aku sudah tahu", lalu lanjut. Itu tidak jauh lebih baik daripada membaca ulang catatan. Kalau dipakai dengan benar, dengan menguji diri secara jujur dan jadwal ulangan yang jelas, kartu yang sama bisa bekerja jauh lebih keras. Berikut cara membuat kartu yang baik, cara menjalankan sistem kotak Leitner, dan cara menyesuaikannya untuk usia 9 sampai 18 tahun.

Mengapa flashcard berhasil (kalau memang berhasil)

Flashcard berhasil karena dua hal yang didukung kuat oleh riset tentang belajar: menguji diri sendiri, dan menyebar waktu mengulang dalam rentang yang lebih panjang. Sebuah kajian terkenal tahun 2013 tentang teknik belajar menilai latihan menguji diri dan latihan berjarak sebagai teknik yang sangat bermanfaat, jauh di atas membaca ulang dan menandai dengan stabilo. Ringkasan kajian itu dari Association for Psychological Science (berbahasa Inggris) layak dibaca sebentar.

Perhatikan bahwa tak satu pun dari keduanya berbunyi "punya flashcard". Sebuah kartu baru bekerja kalau Anda:

  1. Mencoba menjawab sebelum melihat. Usaha untuk mengingat itulah yang menguatkan ingatan.
  2. Memeriksa dengan jujur. "Kayaknya sih bisa" berarti belum bisa.
  3. Bertemu kartu itu lagi tepat sebelum lupa. Terlalu cepat membuang waktu; terlambat berarti Anda belajar dari nol lagi.

Semua isi panduan ini bertujuan membuat tiga hal itu jadi mudah.

  • kotak
  • buku tulis
  • pensil
  • gunting
  • jam
  • bintang
Kotak sepatu, kertas karton, gunting, dan pulpen sudah cukup untuk membuat kotak Leitner.

Ciri kartu yang baik

Kartu yang buruk adalah alasan utama flashcard gagal. Berikut aturan yang paling penting.

Satu gagasan per kartu. Kartu bertuliskan "Jelaskan penyebab Perang Dunia I" dengan satu paragraf di baliknya adalah esai mini, bukan flashcard. Pecah menjadi beberapa: "Huruf M dalam singkatan MAIN untuk penyebab Perang Dunia I berarti apa?" (Militarisme), "Inggris, Prancis, dan Rusia tergabung dalam aliansi apa?" (Triple Entente).

Ajukan pertanyaan, bukan topik. Tulisan "Fotosintesis" di bagian depan tidak memberi tahu otak apa-apa. "Gas apa yang diserap tumbuhan untuk fotosintesis?" baru jelas (karbon dioksida).

Buat dua arah kalau perlu. Untuk kosakata, buat kartu bolak-balik: dog → anjing dan anjing → dog. Mengenali sebuah kata dan mengucapkannya sendiri adalah dua keterampilan yang berbeda.

Pakai kartu isian untuk fakta dalam konteks. "Bagian sel yang disebut pembangkit energi adalah ______" lebih baik daripada kartu yang cuma bertuliskan "mitokondria" lalu menanyakan fungsinya.

Tambahkan gambar kalau membantu. Sketsa kecil ruang-ruang jantung atau sebuah bendera mengalahkan kata-kata saja. Anda tidak perlu jago menggambar.

Tulis dengan kata-kata sendiri. Menyalin definisi buku pelajaran kata demi kata berarti Anda menghafal susunan kalimatnya, bukan gagasannya.

Kartu lemah Kartu yang lebih baik
Depan: Osmosis Depan: Apa yang berpindah saat osmosis, dan ke arah mana? Belakang: Air, dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat, melalui membran semipermeabel.
Depan: Kata kerja bahasa Inggris Depan: Bentuk lampau "go"? Belakang: went
Depan: 7 × 8 (usia 9) Sudah pas. Fakta pendek dan tunggal memang tujuan utama flashcard.
Depan: Chairil Anwar Depan: Puisi Chairil Anwar yang dibuka dengan "Kalau sampai waktuku"? Belakang: "Aku"

Sistem Leitner, langkah demi langkah

Sistem Leitner dirancang oleh Sebastian Leitner, seorang penulis sains asal Jerman, pada tahun 1970-an. Ini cara sederhana melakukan pengulangan berjarak dengan kartu kertas: kartu yang sudah dikuasai lebih jarang diulang, sedangkan kartu yang dijawab salah cepat kembali.

Anda butuh lima kotak, amplop, atau sekat di dalam kotak sepatu, diberi label 1 sampai 5.

Langkah demi langkah

  1. Semua kartu baru mulai dari Kotak 1Setiap kartu baru masuk ke sini.
  2. Tentukan jadwal tiap kotakContoh yang umum: Kotak 1 setiap hari, Kotak 2 dua hari sekali, Kotak 3 dua kali seminggu, Kotak 4 seminggu sekali, Kotak 5 dua minggu sekali.
  3. Uji diri dengan kotak yang jatuh tempoUcapkan atau tulis jawabannya sebelum membalik kartu.
  4. Benar? Naikkan satu kotakKartu di Kotak 2 yang dijawab benar pindah ke Kotak 3.
  5. Salah? Kembalikan ke Kotak 1Dari kotak mana pun asalnya. Aturan inilah yang membuat sistemnya bekerja.
  6. Kartu yang lulus dari Kotak 5Masuk tumpukan "pensiun" yang dicek sekali sebelum ujian.

Setelah beberapa minggu Anda akan melihat sesuatu yang melegakan: Kotak 1 menyusut, Kotak 4 dan 5 makin penuh, dan sesi harian makin singkat karena Anda hanya bertemu kartu yang memang perlu.

Seperti apa dua minggu pertama

Melihat sistem ini berjalan akan membantu. Bayangkan seorang siswi SMP berusia 13 tahun yang menghafal 30 kosakata bahasa Inggris untuk ulangan tiga minggu lagi, memakai jadwal di atas.

Hari ke-1. Ia membuat 15 kartu dan memasukkan semuanya ke Kotak 1. Ia menguji diri: 6 benar, 9 salah. Yang 6 pindah ke Kotak 2; yang 9 tetap di Kotak 1.

Hari ke-2. Ia mengulang Kotak 1 (9 kartu yang salah) dan menjawab 5 dengan benar, yang lalu pindah ke Kotak 2. Kotak 2 baru jatuh tempo besok. Ia menambahkan 15 kartu baru lainnya ke Kotak 1. Sesinya makan waktu sekitar sepuluh menit.

Hari ke-3. Kotak 1 dan Kotak 2 sama-sama jatuh tempo. Sebagian kartu Kotak 2 naik ke Kotak 3, beberapa merosot ke Kotak 1. Kitchen (dapur) terus kembali karena tertukar dengan chicken; ia menulis ulang kartunya dengan gambar kecil panci di atas kompor, dan akhirnya kata itu melekat.

Hari ke-7. Kotak 1 tinggal berisi lima atau enam kartu yang bandel. Sebagian besar kartu ada di Kotak 2 dan 3. Sesinya lebih pendek karena ia tidak lagi mengulang setiap hari kata-kata yang sudah dikuasai.

Hari ke-14. Kartu-kartu pertama sampai di Kotak 5. Ia mengerjakan satu latihan soal dari buku pelajarannya dan mendapat 26 dari 30. Empat yang salah kembali ke Kotak 1 untuk minggu terakhir.

Perhatikan bahwa ia tidak pernah mengulang ke-30 kartu setiap hari. Kotaknya yang menentukan, dan justru itu yang membuat metode ini efisien.

Cara benar-benar menguji diri

Bagian ini yang paling sering dilewati. Sesi mengulang seharusnya terasa butuh usaha.

  • Jawab dengan suara keras atau di kertas coretan sebelum membalik. Berpikir "aku tahu ini" tidak dihitung. Berkomitmen pada satu jawaban mencegah Anda membohongi diri sendiri.
  • Bersikap tegas. Kalau di belakang tertulis "went" dan Anda menjawab "goed", itu salah. Kembali ke Kotak 1.
  • Kocok kartunya. Kalau kartu selalu muncul dengan urutan yang sama, Anda mulai menghafal urutannya, bukan jawabannya.
  • Sesekali balik arahnya. Baca jawabannya, lalu sebutkan pertanyaannya. Ternyata sulit, dan sangat berguna untuk definisi.
  • Berhenti di sekitar 20–30 menit. Setelah itu, perhatian menurun. Dua sesi pendek lebih baik daripada satu sesi panjang.

Untuk orang tua dengan anak yang lebih kecil: jalankan sesinya seperti permainan, bukan kuis. Siapkan tumpukan "menang" dan tumpukan "coba lagi", dan berhentilah selagi masih seru. Lima menit perkalian saat sarapan sudah cukup untuk anak sembilan tahun.

Ilustrasi: Lima menit di sofa dengan setumpuk kecil kartu sudah satu sesi penuh untuk anak yang lebih kecil.
Lima menit di sofa dengan setumpuk kecil kartu sudah satu sesi penuh untuk anak yang lebih kecil.

Kertas atau digital?

Keduanya bisa. Masing-masing cocok untuk orang dan situasi yang berbeda.

Kartu kertas Aplikasi flashcard
Penjadwalan Anda mengatur kotaknya sendiri Aplikasi menentukan kartu yang jatuh tempo
Membuat kartu Lebih lambat, tapi menulis tangan bisa membantu ingatan Lebih cepat diketik; mudah menambah gambar
Mudah dibawa Setumpuk kecil muat di saku Selalu ada di ponsel
Gangguan Tidak ada Notifikasi tinggal sekali geser
Paling cocok untuk Pelajar yang lebih muda, yang suka menulis, materi singkat Tumpukan besar (bahasa, materi seperti kedokteran), materi panjang

Pendekatan yang masuk akal adalah mulai dengan kertas, terutama untuk anak di bawah 13 tahun, lalu pindah ke aplikasi kalau tumpukannya sudah ratusan. Kalau memakai aplikasi, buat kartu sendiri atau periksa baik-baik kartu bersama buatan orang lain. Kartu orang lain sering mengandung kesalahan, dan membuat kartu itu sendiri adalah bagian dari belajar.

Flashcard sesuai usia

Usia 9–11 (kira-kira SD kelas 4–6). Perkalian, ejaan kata, ibu kota negara, dan kosakata penting. Buat kartu sangat pendek, jalankan sesi bersama orang dewasa, dan pakai tiga kotak saja, bukan lima. Panduan kami tentang cara menghafal perkalian menunjukkan cara memadukan kartu dengan permainan, dan halaman ibu kota negara cocok sebagai tumpukan pertama.

Usia 12–14 (kira-kira SMP). Istilah kunci IPA, kosakata bahasa asing, tanggal penting, dan rumus. Di usia ini pelajar sudah bisa membuat kartu sendiri; periksa beberapa kartu pertamanya bersama-sama untuk memastikan isinya benar-benar pertanyaan. Halaman kosakata adalah sumber kata yang bagus.

Usia 15–18 (kira-kira SMA/SMK). Definisi yang diharapkan guru secara persis, persamaan, kutipan untuk esai sastra, dan proses yang dipecah menjadi langkah-langkah. Flashcard adalah bagian dari rencana belajar yang lebih besar: pakai untuk fakta, dan pakai soal-soal ujian tahun lalu untuk menerapkannya. Panduan kami tentang cara belajar menghadapi ujian dan membuat jadwal belajar menunjukkan di mana posisi flashcard.

Flashcard siap cetak untuk memulai tumpukanmu

Usia 11–14

Inggris · + makanan, sekolah, tubuh, hari, pakaian, rumah

Usia 11–14

Spanyol · + makanan, sekolah, tubuh, hari, pakaian, rumah

Usia 11–14

Prancis · + makanan, sekolah, tubuh, hari, pakaian, rumah

Lihat lebih banyak di perpustakaan

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membuat kartu semalam sebelum ujian. Membuat kartu memang berguna, tetapi manfaatnya datang dari mengulangnya selama berminggu-minggu.
  • Terlalu banyak isi di satu kartu. Kalau bagian belakang lebih dari sekitar satu kalimat, pecah kartunya.
  • Hanya mengulang yang gampang. Tergoda terus membalik kartu yang sudah dikuasai karena rasanya menyenangkan. Kotak Leitner mencegah itu.
  • Tidak pernah memensiunkan kartu. Kalau sebuah kartu sudah dijawab benar lima kali dalam sebulan, ia pantas istirahat.
  • Memakai kartu untuk segala hal. Flashcard hebat untuk fakta dan definisi. Ia tidak akan mengajari Anda menulis esai atau memecahkan soal bertahap. Untuk itu, pakai latihan soal.

Malam ini, buat sepuluh kartu tentang satu topik yang sedang dipelajari, dengan aturan satu gagasan per kartu. Masukkan ke Kotak 1, uji diri besok, lalu pindahkan sesuai hasilnya. Dalam seminggu Anda akan tahu persis kartu mana yang benar-benar dikuasai. Untuk tumpukan siap pakai, mulailah dari koleksi flashcard untuk belajar.

Cetak flashcard belajar

Pertanyaan umum

Berapa banyak flashcard yang sebaiknya diulang setiap hari?

Ulangi semua kartu yang jatuh tempo sesuai jadwal, bukan mengejar jumlah tertentu. Bagi kebanyakan pelajar, 20 sampai 30 menit sehari sudah cukup, dan menambah sekitar 10 sampai 20 kartu baru per hari membuat tumpukannya tetap terkendali.

Apakah aplikasi flashcard lebih baik daripada kartu kertas?

Tidak otomatis lebih baik. Aplikasi mengatur jadwal untuk Anda, sedangkan menulis kartu dengan tangan membantu sebagian orang mengingat. Yang paling menentukan adalah menguji diri dengan jujur dan mengulang sesuai jadwal.

Mulai usia berapa anak bisa memakai flashcard?

Anak usia sekitar 7 sampai 9 tahun bisa memakai flashcard sederhana untuk perkalian dan ejaan, dengan orang dewasa yang memandu sesinya. Mulai sekitar usia 10 atau 11 tahun, kebanyakan anak bisa membuat dan mengulang kartunya sendiri dengan sedikit bimbingan.

Bagikan artikel ini

Tim Redaksi Crayonbird

Penulis, ilustrator, dan pendidik

Kami tim kecil yang menulis, menggambar, dan menguji kegiatan Crayonbird. Kami mencoba setiap ide dengan lembar kerja kami sendiri, memberi saran praktis dan jujur — termasuk soal yang tidak berhasil — dan merujuk sumber resmi bila penting. Tidak ada konten bersponsor di blog ini.