Crayonbird
Menu
Remaja dan cara belajarUntuk remajaUsia 13–18

Cara Belajar untuk Ujian: Teknik yang Benar-benar Berhasil (13–18 Tahun)

Active recall, pengulangan berjarak, interleaving, latihan soal dan tidur, dijelaskan dengan contoh nyata agar remaja belajar lebih cerdas, bukan lebih lama.

Tim Redaksi Crayonbird8 menit baca
Di halaman ini

Kebanyakan siswa belajar dengan membaca catatan, menandai bagian penting dengan stabilo, lalu membacanya lagi. Rasanya produktif, padahal itu salah satu cara paling tidak efektif untuk bersiap menghadapi ujian. Panduan ini membahas teknik-teknik dengan bukti terkuat, menunjukkan persis seperti apa penerapannya dengan soal sungguhan, dan memberimu rencana sesi belajar yang bisa kamu pakai malam ini.

Teknik ini berlaku untuk ujian sekolah dan UTBK-SNBT di Indonesia, SPM di Malaysia, GCSE dan A level, WAEC dan NECO, ujian CBSE, bac, AP, ulangan akhir semester, atau ujian apa pun yang menuntutmu mengingat sesuatu di bawah tekanan.

Kenapa membaca ulang terasa enak tapi tidak berhasil

Saat membaca ulang satu halaman, isinya terasa akrab. Akrab terasa seperti "aku sudah tahu ini". Namun mengenali informasi ketika ada di depan mata adalah keterampilan yang berbeda dari mengeluarkannya dari ingatan di atas lembar ujian yang kosong, dan itulah yang nanti benar-benar harus kamu lakukan.

Itu sebabnya teknik yang paling berguna justru terasa lebih berat. Sebuah tinjauan besar pada tahun 2013 oleh Dunlosky dan rekan-rekannya terhadap sepuluh teknik belajar yang umum menilai dua teknik sangat berguna: latihan menguji diri dan menyebar waktu belajar. Membaca ulang, menandai dan meringkas berada di urutan bawah. Ringkasan tinjauan itu dari Association for Psychological Science (dalam bahasa Inggris) adalah gambaran singkat yang mudah dibaca.

Patokannya: kalau belajar terasa gampang, mungkin kamu tidak banyak belajar dari situ. Berjuang mengingat sesuatu, lalu mengeceknya, itulah bagian yang berhasil.

  • buku tulis
  • pensil
  • jam
  • buku
  • komputer
  • kaca pembesar
Yang kamu butuhkan: kertas, pena, pengatur waktu, dan catatanmu dalam keadaan tertutup.

Active recall: tutup bukunya, lalu tarik keluar dari ingatan

Active recall berarti menguji diri sendiri sebelum melihat jawabannya. Setiap kali kamu menarik informasi keluar dari ingatan, informasi itu jadi lebih mudah ditemukan di lain waktu.

Ada beberapa cara melakukannya. Pilih yang cocok dengan mata pelajarannya.

Halaman kosong (kadang disebut "blurting"). Baca satu topik selama sepuluh menit. Tutup semuanya. Tulis semua yang bisa kamu ingat di selembar kertas kosong, dalam urutan apa saja: fakta, diagram, kata kunci. Lalu buka catatanmu dan tambahkan yang terlewat dengan warna berbeda. Bagian berwarna berbeda itulah yang kamu pelajari di sesi berikutnya.

Pertanyaan, bukan catatan. Ubah catatanmu menjadi pertanyaan. Alih-alih menulis "Fotosintesis menghasilkan glukosa dan oksigen", tulis:

  • Apa saja hasil fotosintesis?
  • Di bagian sel mana fotosintesis terjadi?
  • Kenapa tanaman yang disimpan di tempat gelap berhenti menghasilkan amilum?

Pertanyaan terakhir adalah jenis yang mendatangkan nilai, karena memintamu menjelaskan, bukan sekadar menyebutkan.

Jelaskan kepada yang lebih muda. Coba jelaskan sebuah topik dengan suara keras seolah-olah kepada anak sepuluh tahun. Di bagian mana kamu tersendat atau mulai menjelaskan berputar-putar, di situ ada celah. Cara ini sangat cocok untuk sejarah dan sains: "Jadi, perang itu dimulai karena…"

Matematika dan fisika: kerjakan soalnya, jangan membaca contoh jawaban. Tutup penyelesaiannya dan coba dulu. Kalau kamu bisa menyelesaikan 3x + 7 = 22 (jawabannya x = 5), lanjutkan ke soal yang lebih sulit, jangan mengerjakan sepuluh soal lagi yang serupa.

Pengulangan berjarak: sedikit tapi sering, sesuai jadwal

Kamu cepat lupa setelah pertama kali mempelajari sesuatu, lalu makin lambat lupa setiap kali mengulangnya. Pengulangan berjarak memanfaatkan pola itu: kamu mengulang sebuah topik tepat ketika ingatannya mulai memudar, dan setiap pengulangan membuatnya melekat lebih lama.

Jadwal sederhana setelah pertama kali mempelajari sebuah topik:

Pengulangan Kapan
Ke-1 Keesokan harinya
Ke-2 Tiga hari kemudian
Ke-3 Seminggu kemudian
Ke-4 Dua minggu kemudian
Ke-5 Sebulan kemudian

Tidak perlu persis. Intinya, menjejalkan satu topik selama empat jam di hari Minggu lebih buruk daripada empat sesi satu jam yang tersebar selama dua minggu, meskipun total waktunya sama.

Itu juga sebabnya mulai lebih awal itu penting. Pengulangan berjarak butuh hitungan hari dan minggu untuk bekerja, jadi rencana belajar yang baru dimulai tiga malam sebelum ujian tidak bisa memanfaatkannya. Kalau butuh bantuan mengatur jaraknya, panduan kami tentang cara membuat jadwal belajar menjelang ujian memasukkan pengulangan berjarak ke rencana mingguan.

Interleaving: campur topik, jangan dikelompokkan

Kebanyakan buku pelajaran memberimu dua puluh soal tentang hal yang sama secara berturut-turut. Kamu jadi punya ritme, dan di soal kesepuluh kamu sudah mengerjakan secara otomatis. Ujian tidak akan seperti itu. Ujian mencampur topik, dan sebagian tantangannya adalah menentukan metode mana yang dibutuhkan sebuah soal.

Interleaving berarti mencampur topik yang berkaitan dalam satu sesi. Alih-alih:

  • 15 soal sistem persamaan linear

coba:

  • 5 soal sistem persamaan linear, 5 soal persamaan kuadrat, 5 soal pertidaksamaan, diacak

Rasanya lebih lambat dan lebih menjengkelkan. Itu wajar, dan memang itu intinya: kamu sedang berlatih memilih metode, bukan sekadar menerapkannya.

Cara ini berlaku di luar matematika. Di kimia, campur soal ikatan kimia, konsep mol dan laju reaksi. Di bahasa asing, misalnya bahasa Inggris, campur terjemahan kalimat lampau, sekarang dan masa depan: Aku pergi ke pantai kemarin (I went to the beach), Aku pergi ke pantai setiap Minggu (I go to the beach), Aku akan pergi ke pantai (I will go to the beach).

Jangan campur semuanya sekaligus saat kamu baru pertama mempelajari sebuah topik. Pelajari dulu dalam satu blok, lalu campur dengan topik lain di pengulangan berikutnya.

Latihan aljabar campuran untuk menguji diri

Usia 12–15

Suku ke-n suatu barisan · Bilangan lebih besar

Usia 13–15

Persamaan dengan tanda kurung · Bilangan lebih besar

Usia 15–18

x di kedua ruas · Dengan bilangan negatif

Usia 15–18

Persamaan dengan tanda kurung · Dengan bilangan negatif

Lihat lebih banyak di perpustakaan

Latihan soal ujian: yang paling mendekati ujian sungguhan

Soal ujian tahun lalu dan soal latihan menggabungkan semua teknik di atas: mengingat, topik campuran, pengaturan waktu dan teknik menjawab ujian. Inilah latihan paling berharga di beberapa minggu terakhir, asalkan dipakai dengan benar.

Langkah demi langkah

  1. Kerjakan dalam kondisi sungguhanDengan batas waktu, tanpa catatan, ponsel di ruangan lain. Mengerjakan soal sambil membuka catatan hampir tidak memberi tahu apa-apa.
  2. Nilai dengan kunci dan pedoman penskoran, secara jujurPedoman penskoran menunjukkan persis untuk apa penguji memberi nilai, yang sering kali lebih spesifik dari dugaanmu.
  3. Buat catatan kesalahanUntuk setiap nilai yang hilang, tulis soalnya, apa yang salah, dan perbaikannya.
  4. Kerjakan ulang soal yang salah beberapa hari kemudianTanpa melihat jawaban pertamamu.

Catatan kesalahan bisa terlihat seperti ini:

Soal Apa yang salah Perbaikan
No. 4 (laju reaksi) Mendeskripsikan grafiknya tapi tidak menjelaskannya Selalu tambahkan "karena…" dengan partikel/tumbukan
No. 7 (esai) Kehabisan waktu Maksimal 1 menit per poin nilai
No. 9 (persen) Menghitung 15% padahal seharusnya 115% Garis bawahi kata "naik" di soal

Setelah tiga atau empat kali latihan, polanya mulai terlihat. Kebanyakan siswa kehilangan nilai dengan beberapa cara yang sama berulang-ulang, dan memperbaikinya lebih cepat daripada mempelajari topik yang benar-benar baru.

Temukan soal berwaktu di koleksi latihan ujian kami.

Buat bermakna: tanyakan "kenapa" dan gambarkan

Dua teknik lagi membantu informasi melekat, terutama di mata pelajaran yang gagasannya saling terhubung.

Tanyakan kenapa dan bagaimana. Untuk setiap fakta, tanyakan kenapa itu benar atau bagaimana hubungannya dengan hal lain. "Besi lebih cepat berkarat di air asin. Kenapa? Karena garam yang larut membuat air lebih mudah menghantarkan listrik, sehingga reaksinya lebih cepat." Menjelaskan hubungannya membuat kedua fakta lebih mudah diingat.

Gambarkan. Ubah proses menjadi diagram alir, garis waktu atau diagram berlabel, lalu coba gambar ulang dari ingatan. Diagram siklus air atau penyebab sebuah revolusi lebih mudah diingat daripada satu paragraf tentangnya. Peta pikiran juga berguna kalau kamu membuatnya dari ingatan lebih dulu lalu mengeceknya, bukan menyalinnya rapi dari catatan.

Ilustrasi: Meja perpustakaan yang tenang, ponsel di luar jangkauan: masih tempat belajar terbaik yang dimiliki kebanyakan orang.
Meja perpustakaan yang tenang, ponsel di luar jangkauan: masih tempat belajar terbaik yang dimiliki kebanyakan orang.

Tidur, istirahat dan malam sebelum ujian

Teknik belajar hanya berhasil kalau otakmu punya tenaga untuk memakainya.

Jaga waktu tidur. Saat tidur, otak memantapkan apa yang dipelajari sepanjang hari. Saran NHS tentang stres ujian (dalam bahasa Inggris) mencatat bahwa kebanyakan remaja butuh 8 sampai 10 jam tidur semalam dan bahwa begadang semalaman untuk belajar biasanya ide buruk. Mengurangi tidur demi menambah waktu belajar itu seperti melewatkan makan supaya punya lebih banyak waktu untuk latihan olahraga.

Istirahat sungguhan. Belajar dalam blok 25–50 menit dengan istirahat 5–10 menit. Istirahat berarti berdiri, bergerak dan tidak scrolling, karena scrolling mengisi kepala dengan informasi baru tepat ketika kamu ingin informasi lama mengendap.

Gerakkan badan. Jalan kaki, lari atau main bola sebentar di antara sesi membantu mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi.

Malam sebelum ujian: ulang ringan poin-poin penting, kartu belajar atau catatan kesalahanmu, lalu berhenti. Siapkan tas, cek jam dan tempat ujian, dan tidur di jam biasanya. Mempelajari topik baru di malam sebelum ujian jarang membantu dan sering menambah panik.

Sesi 60 menit yang bisa kamu lakukan malam ini

Begini cara teknik-teknik tadi menyatu dalam satu jam:

  1. 5 menit — pemanasan dengan mengingat. Tulis semua yang kamu ingat dari topik sesi sebelumnya. Cek.
  2. 20 menit — pelajari sesuatu yang baru. Baca atau tonton penjelasan singkat tentang topik hari ini, sambil membuat catatan dalam bentuk pertanyaan.
  3. 5 menit — istirahat. Berdiri, ambil air minum.
  4. 20 menit — uji dirimu. Tutup catatan. Jawab pertanyaan-pertanyaanmu atau kerjakan soal campuran. Nilai hasilnya.
  5. 10 menit — perbaiki dan rencanakan. Masukkan kesalahan ke catatan kesalahan, buat dua atau tiga kartu belajar untuk yang salah, dan tulis apa yang perlu diulang di sesi berikutnya.

Sudah, itu saja. Tidak perlu stabilo. Dalam beberapa minggu, satu jam seperti ini jauh lebih unggul daripada semalaman membaca ulang.

Untuk perencana siap cetak, halaman catatan Cornell dan daftar periksa pengulangan, lihat Paket Perencana Ujian & Keterampilan Belajar atau jelajahi bagian Brainteen. Mulailah dari yang kecil: pilih satu mata pelajaran, tulis sepuluh pertanyaan tentang topik terakhirmu, dan uji dirimu besok sebelum melihat catatan.

Dapatkan alat belajar gratis

Pertanyaan umum

Apa cara belajar yang paling efektif?

Menguji diri sendiri (active recall) yang disebar selama berhari-hari dan berminggu-minggu (pengulangan berjarak). Keduanya dinilai tinggi dalam tinjauan penelitian, dan keduanya mengalahkan membaca ulang dan menandai dengan stabilo.

Berapa jam sehari sebaiknya belajar untuk ujian?

Tergantung seberapa dekat ujiannya dan seberapa banyak kegiatanmu yang lain, tetapi kualitas lebih penting daripada jumlah jam. Dua atau tiga jam yang fokus dengan istirahat biasanya mengalahkan enam jam yang penuh gangguan, terutama kalau kamu menjaga waktu tidur.

Apakah begadang belajar di malam sebelum ujian ada gunanya?

Biasanya tidak. Tidur membantu kamu mengingat apa yang sudah dipelajari, dan begadang semalaman cenderung membuat ujiannya sendiri terasa lebih sulit. Mengulang singkat poin-poin penting lalu tidur lebih awal adalah rencana yang lebih baik.

Apakah latihan soal ujian tahun lalu benar-benar membantu?

Ya, kalau dipakai dengan benar, yaitu dikerjakan dengan batas waktu, dinilai jujur memakai kunci dan pedoman penskoran, lalu kesalahannya diperbaiki. Latihan ini menggabungkan mengingat, berlatih mengatur waktu dan teknik menjawab ujian sekaligus.

Bagikan artikel ini

Tim Redaksi Crayonbird

Penulis, ilustrator, dan pendidik

Kami tim kecil yang menulis, menggambar, dan menguji kegiatan Crayonbird. Kami mencoba setiap ide dengan lembar kerja kami sendiri, memberi saran praktis dan jujur — termasuk soal yang tidak berhasil — dan merujuk sumber resmi bila penting. Tidak ada konten bersponsor di blog ini.