Crayonbird
Menu
MatematikaOrang tua dan guruUsia 6–11

Strategi Hitung Mental untuk Anak: Cara Berhitung Cepat di Luar Kepala

Lima strategi hitung mental yang perlu dikuasai anak, lengkap dengan contoh: memecah bilangan, lewat puluhan, pembulatan, menggandakan, dan membagi dua.

Tim Redaksi Crayonbird8 menit baca
Di halaman ini

Hitung mental bukan soal cepat atau "bakat bawaan". Ini soal punya beberapa strategi yang bisa diandalkan dan tahu mana yang cocok untuk angka di depan mata. Anak yang tahu bahwa 46 + 29 sama dengan 46 + 30 − 1 tidak perlu cepat; ia cukup bisa melihatnya. Berikut lima strategi yang mengerjakan sebagian besar tugas di jenjang SD, masing-masing dengan contoh pengerjaan dan kalimat yang bisa Anda ucapkan kepada anak.

Fondasinya: pasangan bilangan

Sebelum strategi apa pun bisa berjalan, anak perlu hafal di luar kepala pasangan yang berjumlah 10:

0 + 10, 1 + 9, 2 + 8, 3 + 7, 4 + 6, 5 + 5

"Hafal di luar kepala" artinya tanpa menghitung, seperti Anda tahu nomor ponsel sendiri. Pasangan ini kemudian bisa diperbesar:

  • Kalau 3 + 7 = 10, maka 30 + 70 = 100 dan 13 + 7 = 20.
  • Kalau 6 + 4 = 10, maka 0,6 + 0,4 = 1.
  • Pasangan yang berjumlah 100 dalam puluhan dan satuan: 37 + 63 = 100, karena 30 + 60 = 90 dan 7 + 3 menambah satu puluhan lagi.

Latih pasangan bilangan dalam waktu sangat singkat. Angkat beberapa jari dan tanya "Berapa lagi supaya jadi 10?" Main "Aku bilang 4, kamu bilang…" ("6!") sambil menunggu angkot. Koleksi pemahaman bilangan kami punya permainan pasangan bilangan siap cetak untuk anak yang lebih kecil.

Strategi 1: Memecah bilangan

Apa itu: memecah bilangan menjadi puluhan dan satuan (atau ratusan, puluhan, dan satuan), mengerjakan tiap bagian, lalu menggabungkannya lagi.

Contoh pengerjaan

  • 46 + 37 → 40 + 30 = 70, dan 6 + 7 = 13, jadi 70 + 13 = 83
  • 87 − 34 → 87 − 30 = 57, lalu 57 − 4 = 53
  • 23 × 4 → 20 × 4 = 80, dan 3 × 4 = 12, jadi 80 + 12 = 92
  • 156 + 230 → 156 + 200 = 356, lalu + 30 = 386

Ucapkan: "Bisa kamu pecah salah satu angkanya jadi puluhan dan satuan?"

Hati-hati dengan: pengurangan yang satuannya tidak cukup. Pada 62 − 27, memecah kedua bilangan menghasilkan 60 − 20 = 40 dan 2 − 7, yang langsung membuat anak macet. Pecah bilangan kedua saja: 62 − 20 = 42, lalu 42 − 7 = 35. Atau pakai menghitung maju (di bawah).

Memecah bilangan juga menjadi jembatan menuju cara bersusun nanti. Cara bersusun sebenarnya hanyalah memecah bilangan yang ditulis rapi.

Strategi 2: Lewat puluhan

Apa itu: saat penjumlahan atau pengurangan melewati batas puluhan, berhenti dulu di puluhan itu. Strategi ini sepenuhnya bergantung pada pasangan bilangan.

Contoh pengerjaan

  • 8 + 5 → 8 + 2 = 10, lalu + 3 = 13 (pecah 5 menjadi 2 dan 3)
  • 47 + 8 → 47 + 3 = 50, lalu + 5 = 55
  • 53 − 7 → 53 − 3 = 50, lalu − 4 = 46
  • 196 + 7 → 196 + 4 = 200, lalu + 3 = 203

Ucapkan: "Berapa lagi sampai puluhan berikutnya?"

Saudara dekat strategi ini adalah menghitung maju untuk pengurangan, terutama kalau kedua bilangan berdekatan. Anggap saja sedang mencari selisihnya:

  • 82 − 57 → dari 57 ke 60 itu 3, dari 60 ke 80 itu 20, dari 80 ke 82 itu 2. 3 + 20 + 2 = 25
  • 1.003 − 996 → 996 ke 1.000 itu 4, lalu 3 lagi. 7

Ini juga persis cara menghitung selisih waktu. Dari pukul 09.45 sampai 11.20: 15 menit ke 10.00, satu jam ke 11.00, dan 20 menit lagi: 1 jam 35 menit. Menghitung uang kembalian di warung juga begitu caranya.

  • jam
  • balok
  • penggaris
  • pensil
Jam, balok satuan-puluhan, dan penggaris: lewat puluhan lebih mudah dilihat daripada dijelaskan.

Strategi 3: Bulatkan lalu sesuaikan

Apa itu: membulatkan satu bilangan ke angka yang mudah, menghitung, lalu mengoreksi perubahannya. Strategi inilah yang membuat angka "rumit" seperti 9, 19, 99 dan Rp9.900 jadi gampang.

Contoh pengerjaan

  • 46 + 29 → 46 + 30 = 76, tapi itu kelebihan 1, jadi 76 − 1 = 75
  • 83 − 19 → 83 − 20 = 63, tapi kita mengambil 1 terlalu banyak, jadi 63 + 1 = 64
  • 6 × 19 → 6 × 20 = 120, tapi itu kelebihan 6, jadi 120 − 6 = 114
  • 3 barang seharga Rp9.900 → 3 × Rp10.000 = Rp30.000, dikurangi 3 × Rp100, jadi Rp29.700

Ucapkan: "Ada angka yang dekat dengan puluhan atau ratusan? Mana yang lebih gampang?"

Hati-hati dengan: tanda koreksi pada pengurangan. Ini kesalahan hitung mental yang paling umum di kelas-kelas atas SD. Pada 83 − 19, anak membulatkan ke 20, mengurangkan, lalu mengurangi 1 lagi karena "tadi kurang 1". Minta anak menjelaskannya dengan uang: "Kalau aku ambil Rp20.000 padahal harusnya Rp19.000, aku mengambil Rp1.000 terlalu banyak. Aku harus mengembalikannya atau mengambil lagi?"

Strategi 4: Menggandakan dan hampir ganda

Apa itu: memakai hasil penggandaan yang sudah diketahui untuk menghitung fakta yang dekat dengannya, atau untuk mengalikan dengan 2, 4 dan 8.

Contoh pengerjaan

  • 7 + 8 → dua kali 7 adalah 14, ditambah 1 = 15
  • 25 + 26 → dua kali 25 adalah 50, ditambah 1 = 51
  • 35 × 4 → dua kali 35 adalah 70, dua kali 70 adalah 140
  • 13 × 8 → dua kali 13 = 26, digandakan = 52, digandakan lagi = 104
  • 150 + 149 → dua kali 150 adalah 300, dikurangi 1 = 299

Ucapkan: "Kamu tahu bilangan ganda yang dekat dengan itu?"

Penjumlahan ganda (seperti 4 + 4, 6 + 6) sering menjadi fakta pertama yang dihafal anak, sehingga ini salah satu strategi paling awal yang bisa mereka pakai. Anak kecil senang menggandakan dengan cermin: taruh tiga kancing di depan cermin dan lihatlah enam.

Strategi 5: Membagi dua, serta bagi dua dan gandakan

Apa itu: memakai pembagian dua untuk mempermudah perkalian, terutama dengan 5, 25 dan 50.

Contoh pengerjaan

  • 5 × 48 → 10 × 48 = 480, setengahnya adalah 240 (mengalikan dengan 5 sama dengan mengalikan dengan 10 lalu membagi dua)
  • 16 × 25 → bagi dua yang satu, gandakan yang lain: 8 × 50 = 4 × 100 = 400
  • 14 × 15 → 7 × 30 = 210
  • Setengah dari 76 → setengah dari 70 adalah 35, setengah dari 6 adalah 3, jadi 38

Ucapkan: "Bisa kamu buat salah satu angkanya lebih mudah dengan menggandakannya, kalau yang lain dibagi dua?"

Bagi dua dan gandakan berhasil karena Anda hanya menata ulang jumlah yang sama: 16 kelompok berisi 25 sama dengan 8 kelompok berisi 50. Kalau anak belum yakin, tunjukkan dengan susunan kancing berbaris, potong dua, lalu letakkan berdampingan. Perkalian yang sudah dikuasai membuat strategi ini jauh lebih berguna.

Memilih strategi

Orang yang jago hitung mental melihat angkanya dulu, baru memilih. Tunjukkan tabel ini kepada anak dan tanyakan strategi mana yang akan ia pakai sebelum mulai menghitung.

Kalau angkanya seperti… Coba Contoh
Dua bilangan 2 angka, tanpa lewat puluhan yang rumit Memecah bilangan 34 + 25
Satu bilangan sedikit di bawah puluhan berikutnya Lewat puluhan 58 + 6
Bilangan berakhiran 9 atau 99 Bulatkan lalu sesuaikan 64 + 39
Dua bilangan yang berdekatan Hampir ganda 45 + 46
Bilangan berdekatan dalam pengurangan Menghitung maju 403 − 398
Mengalikan dengan 5, 25 atau 50 Bagi dua dan gandakan 25 × 24

Jarang ada satu strategi yang paling benar. 64 + 39 bisa dikerjakan dengan memecah bilangan, lewat puluhan, atau pembulatan, dan ketiganya menghasilkan 103. Yang penting, anak punya pilihan.

Sebagai gambaran kasar kapan biasanya tiap strategi muncul (jenjang dan kurikulum berbeda di tiap negara):

  • Usia 5–7 (kira-kira TK sampai SD kelas 1): pasangan bilangan 10, penjumlahan ganda sampai 10 + 10, menghitung lanjut, lewat puluhan untuk penjumlahan satuan seperti 8 + 5.
  • Usia 7–9 (kira-kira SD kelas 2–3): memecah bilangan 2 angka, lewat puluhan, hampir ganda, menghitung maju untuk pengurangan, menambah dan mengurangi 9 dan 11 dengan pembulatan.
  • Usia 9–11 (kira-kira SD kelas 4–5): pembulatan dengan bilangan lebih besar dan uang, bagi dua dan gandakan untuk perkalian, dan semua strategi di atas dengan desimal (0,7 + 0,3 = 1, jadi 2,7 + 1,3 = 4).

Kalau anak sudah lebih besar tetapi belum menguasai tahap sebelumnya, kembalilah ke situ tanpa drama. Anak 10 tahun yang belum hafal pasangan bilangan 10 akan merasa semua strategi berikutnya lebih sulit, dan beberapa minggu melatih pasangan bilangan akan lebih berpengaruh daripada menambah latihan metode lanjutan.

Cara berlatih tanpa dril

Hitung mental membaik lewat obrolan singkat dan rutin tentang bagaimana jawabannya ditemukan, lebih daripada lewat lembar soal berbatas waktu.

Langkah demi langkah

  1. Satu soal saat makan malamUcapkan satu soal, misalnya 49 + 26. Semua orang mengerjakannya di kepala, tanpa kertas.
  2. Berbagi caraSetiap orang menjelaskan caranya. Orang tua juga. Tulis caranya kalau membantu.
  3. Bandingkan"Cara siapa yang paling cepat untuk angka-angka ini? Apakah tetap paling cepat untuk 41 + 26?"
  4. Satu lagi yang miripCoba soal kedua yang cocok dengan cara favorit.
  5. SelesaiLima menit sudah cukup.

Guru sering menyebut kegiatan ini "number talk" atau obrolan angka, dan cara ini sama ampuhnya di rumah. Mendengar tiga cara berbeda untuk satu soal lebih berharga daripada mengerjakan dua puluh soal dengan satu cara.

Ide latihan singkat lainnya:

  • Target 100: lempar dua dadu untuk membuat bilangan 2 angka. Terus tambahkan hasil lemparan di kepala. Yang pertama mendekati 100 dalam jarak 5 tanpa melewatinya, menang.
  • Harga belanja: "Kalau beli dua-duanya, jadi berapa?" di toko sungguhan, atau dengan brosur supermarket di rumah.
  • Permainan angka: ambil enam kartu angka dan satu angka target antara 100 dan 500. Pakai operasi apa saja untuk mendekati target sedekat mungkin.
  • Lembar latihan singkat: lembar kerja hitung mental kami berisi set sepuluh soal yang dikelompokkan per strategi.

Latihan hitung mental siap cetak

Usia 6–8

Bilangan yang hilang · Lebih mudah

Usia 8–10

Bilangan yang hilang · Sesuai tingkat

Usia 9–11

Campuran · Sesuai tingkat

Lihat lebih banyak di perpustakaan

Ilustrasi: Harga, kembalian, dan diskon: ke pasar adalah hitung mental yang ada tujuannya.
Harga, kembalian, dan diskon: ke pasar adalah hitung mental yang ada tujuannya.

Untuk lebih banyak kesempatan memakai strategi ini sehari-hari, dari resep masakan sampai jadwal bus, lihat panduan kami tentang matematika sehari-hari di rumah. Anak yang lebih kecil dan masih membangun penjumlahan awal bisa mulai dari halaman penjumlahan kami.

Pilih satu strategi minggu ini, tunjukkan dengan tiga contoh, lalu minta anak membuat satu soal untuk Anda kerjakan dengan cara yang sama. Kalau ia bisa mengarang soal yang cocok dengan strateginya, berarti ia sudah paham.

Pertanyaan umum

Apa keterampilan hitung mental yang paling penting?

Hafal di luar kepala pasangan bilangan yang berjumlah 10 (seperti 7 + 3 dan 6 + 4). Hampir semua strategi lain, dari lewat puluhan sampai menghitung maju, bergantung padanya.

Sebaiknya anak memakai cara bersusun atau hitung mental?

Keduanya punya tempat. Aturan yang baik adalah bertanya dulu "Bisa kukerjakan di kepala?", dan baru menulisnya kalau angkanya memang rumit. 99 + 47 adalah hitungan mental; 3.847 + 2.968 adalah hitungan tertulis.

Anak saya berhitung pakai jari. Perlukah saya melarangnya?

Tidak. Jari adalah alat yang berguna, terutama untuk anak yang lebih kecil. Begitu pasangan bilangan sudah dikuasai, kebanyakan anak dengan sendirinya berhenti membutuhkannya. Mengajarkan strategi jauh lebih mempercepat hal itu daripada melarang jari.

Bagikan artikel ini

Tim Redaksi Crayonbird

Penulis, ilustrator, dan pendidik

Kami tim kecil yang menulis, menggambar, dan menguji kegiatan Crayonbird. Kami mencoba setiap ide dengan lembar kerja kami sendiri, memberi saran praktis dan jujur — termasuk soal yang tidak berhasil — dan merujuk sumber resmi bila penting. Tidak ada konten bersponsor di blog ini.